Sabtu, 06 November 2010

YANG BARU TENTANG KEGIATAN BELAJAR PADA RPP

YANG BARU TENTANG KEGIATAN BELAJAR PADA RPP

Sesuai dengan Permendiknas No. 41 tahun 2007 tentang Standar Proses, maka ada 3 proses yang harus dilalui oleh peserta didik pada kegiatan inti di kegiatan pembelajaran.

” Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di­lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang­kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. ”

Apa, dan bagaimana proses tersebut?

Kegiatan Eksplorasi

Dalam kegiatan eksplorasi, guru melakukan kegiatan berikut:

  1. Melibatkan peserta didik mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema Materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prin­sip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
  2. Menggunakan beragam pendekatan pembela­jaran, media pembelajaran, dan sumber belajar lain;
  3. Memfasilitasi terjadinya interaksi antarpeserta didik serta antara peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya;
  4. Melibatkan peserta didik secara aktif dalam se­tiap kegiatan pembelajaran; dan
  5. Memfasilitasi peserta didik melakukan per­cobaan di laboratorium, studio, atau lapangan.

Macam-macam alternatif kegiatan eksplorasi:

  • Membaca tentang
  • Mendengar tentang
  • Berdiskusi tentang
  • Mengamati model (teks/ karya)
  • Mengamati demonstrasi
  • Mengamati simulasi kasus
  • Mengamati 2 perbandingan (yang salah dan yang benar)
  • Mencoba melakukan kegiatan trtentu
  • Membaca kasus (bedah kasus)
  • Talk show
  • Berwawancara dengan sumber tertentu (menggali informasi)
  • Observasi terhadap lingkungan
  • Mencoba melakukan kompetensi dengan kemampuan awalnya
  • Mencoba bereksperimen
  • Bernyanyi (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)
  • Bermain (berkaitan dengan konsep yang akan dibahas)

Kegiatan Elaborasi

Dalam kegiatan elaborasi, guru melakukan hal-hal berikut.

  1. membiasakan peserta didik membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
  2. memfasilitasi peserta didik melalui pemberian tugas, diskusi, dan lain-lain untuk memuncul­kan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
  3. memberi kesempatan untuk berpikir, menga­nalisis, menyelesaikan masalah, dan bertindak tanpa rasa takut;
  4. memfasilitasi peserta didik dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
  5. memfasilitasi peserta didik berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
  6. memfasilitasi peserta didik membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis, secara individual maupun kelompok;
  7. memfasilitasi peserta didik untuk menyajikan hasil kerja individual maupun kelompok;
  8. memfasilitasi peserta didik melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
  9. memfasilitasi peserta didik melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa per­caya diri peserta didik.

Macam-macam alternatif kegiatan elaborasi:

  • Diskusi/ mandiri
  • Mengidentifikasi ciri
  • Menemukan konsep
  • Melakukan generalisasi
  • Mencari bagian-bagian
  • Mendeskripsikan persamaan dan perbedaan
  • Memasukkan dalam kelompok yang mana (memilah-milah)
  • Membandingkan dengan dunia nyata atau pengetahuan yang telah dimiliki (analisis beda dan persamaannya)
  • Menganalisis mengapa terjadi begini/ begitu dari hasil eksperimen/ demonstrasi
  • Meramalkan apa yang akan terjadi dari eksperimen
  • Mengidentifikasi mana yang beda/sama dengan model bandingkan/kriteria dan mana yang lebih baik
  • Mengidentifikasi apa yang salah/benar, mengapa salah/benar
  • Mengurutkan
  • Mengelompokkan
  • Mengkombinasikan
  • Menyusun mana yang berhubungan dan mana yang tidak
  • Menguhung-hubungkan (mencari model hubungan)
  • Memasangkan contoh dan bukan contoh (memanfaatkan model bandingan untuk elaborasi)

Kegiatan Konfirmasi

Dalam kegiatan konfirmasi, guru melakukan kegiatan-kegaiatan berikut.

  1. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan peserta didik,
  2. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplo­rasi dan elaborasi peserta didik melalui berbagai sumber,
  3. memfasilitasi peserta didik melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan,
  4. memfasilitasi peserta didik untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar;
  5. berfungsi sebagai narasumber dan fasilita­tor dalam menjawab pertanyaan peserta didik yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan be­nar;
  6. membantu menyelesaikan masalah;
  7. memberi acuan agar peserta didik dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
  8. memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh;
  9. memberikan motivasi kepada peserta didik yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Macam-macam alternatif kegiatan konfirmasi:

  • Penyimpulan
  • Memberikan balikan apa yang dikerjakan peserta didik
  • Penjelasan mengapa salah
  • Penjelasan mana yang bnar dan yang salah
  • Meluruskan yang salah
  • Menegaskan yang benar
  • Melanjutkan/ menambahkan yang kurang
  • Mengangkat kasus yang salah dan yang benar - menjelaskan mengapa salah/benar
  • Menyimpulkan konsep, kriteria , prinsip, cara mencapai yang lebih baik, contoh dan bukan contoh
  • Memperluas contoh yang bebar dan yang salah
  • Menjelaskan bagaimana seharusnya
  • Menciptakan rubrik

Contoh Skenario

KD yang Berfokus pada Pemahaman Konsep

· Pendahuluan

o Menunjukkan gambar peristiwa dan bertanya jawab tentang hal yang terkait dengan kompetensi dasar

o Bertanya jawab tentang apa yang akan dipelajari dan manfaatnya

o Menginformasikan tujuan yang akan dicapai

o Apersepsi (bertanya jawab tentang konsep yang berkaitan)

· Kegiatan Inti (alternatif 1)

o Mengamati peristiwa yang berkaitan dengan suatu konsep ( Eksplorasi)

o Bertanya jawab untuk menemukan suatu konsep (Elaborasi)

o Berdiskusi untuk menerapkan suatu konsep untuk peristiwa yang lain (Elaborasi)

o Secara individu antara lain mengerjakan LKS untk menerapkan konsep (Elaborasi)

o Saling mengoreksi dan mendapat umpan balik dari guru (Konfirmasi)

· Kegiatan inti (alternatif 2)

o Mengamati peristiwa alam sekitar yang berkaitan dengan suatu konsep (eksplorasi)

o Bertanya jawab untuk menemukan suatu konsep (elaborasi)

o Berdiskusi untuk menerapkan suatu konsep untuk peristiwa yang lain (elaborasi)

o Secara individu mengerjakan LKS untuk menerapkan konsep (Elaborasi)

o Berwawancara dengan narasumber berkaitan dengan suatu konsep (eksplorasi)

o Diskusi tentang hasil wawancara dan kaitannya dengan suatu konsep (elaborasi)

o Secara individu antara lain mengerjakan LKS untuk menerapkan konsep (elaborasi)

o Bertanya jawab dan mempertahankan konsep yang ditemukan (konfirmasi)

· Kegiatan Penutup

o Menyimpulkan konsep yang ditemukan

o Merancang tugas pengayaan untuk penerapan konsep

Contoh Skenario

KD yang berfokus pada keterampilan (melakukan sesuatu)

· Pendahuluan

o Bertanya jawab tentang pengetahuan/ keterampilan yang terkait dengan KD

o Memotivasi siswa dengan menyampaikan tujuan atau mengaitkan KD dengan dunia nyata

· Kegiatan Inti

o Melakukan modelling/simulasi untuk menemukan konsep (eksplorasi)

o Bertanya jawab/ berdiskusi tentang model/ simulasi yang telah dilakukan (Elaborasi)

o Menyimpulkan langkah yang benar untuk melakukan (Elaborasi)

o Praktik melakukan secara bergantian/ dalam kelompok ( Elaborasi)

o Saling mengomentari praktik yang dilakukan dan umpan balik atau penguatan dari guru ( Konfirmasi)

· Kegiatan penutup

o Merefleksi apa yang telah dilakukan dan manfaatnya dalam kehidupan

o Mengambil hikmah dari kegiatan yang dilakukan

o Memberi tugas lanjutan

. Apakah RPP itu?

Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa:
”Perencanaan proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan ke¬giatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.

B. Apa Saja Komponen RPP itu ?

RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan.

Komponen RPP adalah:
1. Identitas mata pelajaran, meliputi:
a. satuan pendidikan,
b. kelas,
c. semester,
d. program studi,
e. mata pela¬jaran atau tema pelajaran,
f. jumlah pertemuan.
2. standar kompetensi
merupakan kualifikasi kemam¬puan minimal peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.
3. kompetensi dasar,
adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran ter¬tentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompe¬tensi dalam suatu pelajaran.
4. indikator pencapaian kompetensi,
adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilai¬an mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja opera¬sional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.
5. tujuan pembelajaran,
menggambarkan proses dan ha¬sil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar.
6. materi ajar,
memuat fakta, konsep, prinsip, dan pro¬sedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompe¬tensi.
7. alokasi waktu,
ditentukan sesuai dengan keperluan un¬tuk pencapaian KD dan beban belajar.
8. metode pembelajaran,
digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembela¬jaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemi¬lihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situ¬asi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran.
9. kegiatan pembelajaran :

Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan

a. pendahuluan/pembuka,
b. kegiatan inti terdiri atas, eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi
c. kegiatan penutup.

10. Penilaian hasil belajar
Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kom¬petensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

11. Sumber belajar
Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kom¬petensi.
C. LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN RPP
Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan.
Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut.
1. Mencantumkan Identitas
Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas¬, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu.
Hal yang perlu diperhatikan adalah :
a. RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar.
b. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan)
c. Indikator merupakan:
§ ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar
§ penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
§ dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.
§ rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.
§ digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.
d. Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 35/40/45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya.

2. Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran. Sebagai contoh :
Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Maka tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat:
1. mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia.
2. menyebutkan bagian-bagian jantung.
3. merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya.
4. mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru.
Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil.
3. Menetukan Materi Pembelajaran
Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu dari indikator.
Contoh:
Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan.
Materi pembelajaran:
Ciri-Ciri Kehidupan:
Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi.
4. Menentukan Metode Pembelajaran
Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih.
Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik:
a. Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya.
b. Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, kooperativ learning, e-learning dan sebagainya.

5. Menetapkan Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut:
Kegiatan pendahuluan. (10% dari Total Alokasi Waktu )
Dalam kegiatan pendahuluan, guru:
a. menyiapkan siswa secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
c. menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai;
d. menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai dengan silabus.

Kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi). (75% dari Total Alokasi Waktu)

EKSPLORASI
Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
a. melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi yang akan dipelajari dengan menerapkan prinsip alam takambang jadi guru dan belajar dari aneka sumber;
b. menggunakan beragam pendekatan pembelajaran, media pembelajaran dan sumber belajar lain;
c. memfasilitasi terjadinya interaksi antarsiswa serta antara siswa dengan guru, lingkungan dan sumber belajar lainnya;
d. melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran; dan
e. memfasilitasi siswa melakukan percobaan di laboratorium, studio atau lapangan.

ELABORASI
Dalam kegiatan elaborasi, guru:
a. membiasakan siswa membaca dan menulis yang beragam melalui tugas-tugas tertentu yang bermakna;
b. memfasilitasi siswa melalui pemberian tugas, diskusi dan lain-lain untuk memunculkan gagasan baru baik secara lisan maupun tertulis;
c. memberi kesempatan untuk berpikir, menganalisis, menyelesaikan masalah dan bertindak tanpa rasa takut;
d. memfasilitasi siswa dalam pembelajaran kooperatif dan kolaboratif;
e. memfasilitasi siswa berkompetisi secara sehat untuk meningkatkan prestasi belajar;
f. memfasilitasi siswa membuat laporan eksplorasi yang dilakukan baik lisan maupun tertulis secara individual maupun kelompok;
g. memfasilitasi siswa untuk menyajikan hasil kerja secara individual maupun kelompok.
h. memfasilitasi siswa melakukan pameran, turnamen, festival, serta produk yang dihasilkan;
i. memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kebanggaan dan rasa percaya diri siswa.
KONFIRMASI
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
a. memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa;
b. memberikan konfirmasi terhadap hasil eksplorasi dan elaborasi siswa melalui berbagai sumber;
c. memfasilitasi siswa melakukan refleksi untuk memperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan;
d. memfasilitasi siswa untuk memperoleh pengalaman yang bermakna dalam mencapai kompetensi dasar:
e. berfungsi sebagai narasumber dan fasilitator dalam menjawab pertanyaan siswa yang menghadapi kesulitan, dengan menggunakan bahasa yang baku dan benar;
f. membantu menyelesaikan masalah;
g. memberi acuan agar siswa dapat melakukan pengecekan hasil eksplorasi;
h. memberi informasi untuk bereksplorasi lebih jauh; dan
i. memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif.

Kegiatan Penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
a. bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman/simpulan pelajaran;
b. melakukan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan secara konsisten dan terprogram;
c. memberikan umpan balik terhadap proses dan hasil pembelajaran;
d. merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk pembelajaran remedi, program pengayaan, layanan konseling dan/atau memberikan tugas baik tugas individual maupun kelompok sesuai dengan hasil belajar siswa;
e. menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
f. Jawaban dibuktikan dengan melakukan observasi secara acak, hasil supervisi kepala sekolah/madrasah, dan kesesuaian RPP dengan pelaksanaan proses pembelajaran.

Catatan :
Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.

6. Memilih Sumber Belajar
Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya.
Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu.
Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran.

7. Menentukan Penilaian
Penilaian dijabarkan atas
a. teknik penilaian,
b. bentuk instrumen, dan
c. instrumen yang dipakai yang beris rubrik penilaian

D. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
A. Identitas
Nama Sekolah : ……………………………..
Mata Pelajaran : ……………………………..
Kelas, Semester : ……………………………..
Standar Kompetensi : ……………………………..
Kompetensi Dasar : ……………………………..
Indikator : ……………………………..
Alokasi Waktu : ….. x … menit (… pertemuan)

B. Tujuan Pembelajaran
C. Materi Pembelajaran
D. Metode Pembelajaran
E. Kegiatan Pembelajaran
Langkah-langkah :
Pertemuan 1
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 2
§ Kegiatan Awal
§ Kegiatan Inti
§ Kegiatan Penutup
Pertemuan 3. dst
F. Sumber Belajar ( Buku, Bahan ajar dan Alat )
G. Penilaian ( berisi teknik penilaian , Bentuk instrumen dan Rubriks penilaian )

Kamis, 03 Juni 2010

Kamis, 06 Mei 2010

PENEMUAN KAPAL NABI NUH

1.Perahu Nabi Nuh di atas Gunung Arafat. Jelas kan??

picture1.jpg

a

2. Situs Perahu Nabi Nuh sebelum dibersihkan

picture2.jpg

aa

3.Pengukuran di Atas Perahu

a

Struktur Perahu menurut para arkeolog yang menemukannya

picture3.jpg

a4 Ini dia lebih jelasnya

picture4.jpg

a

4. Setelah dibersihkan, beginilah bentuk Asli Perahu Nabi Nuh AS yang kuno tapi canggih. Di dalam perahu inilah sedikit umat Nabi Nuh AS diselamatkan Allah SWT dari banjir dahsyat setinggi gunung dan ratusan pasang binatang ikut serta didalamnya.

a

5. Gambaran suasana terjadinya banjir dalam Injil yang terjadi pada tahun 1300 BC (Sebelum Masehi). Sekitar 25 tahun sebelum zaman Nabi Musa AS atau 1.300 tahun sebelum kelahiran Nabi Isa AS. Lihat perbandingan ukuran perahu dengan Pesawar Modern Jumbo 747.

Minggu, 02 Mei 2010

RPP IPA KLS V SEMESTER 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah : SDN Cadasmulya

Mata Pelajaran : IPA

Kelas/Semester : V/1

Waktu : 1 x 35 menit

Hari/Tanggal : ………../ ………….. 2009


A. Standar Kompetensi

2. Memahami cara tumbuhan hijau membuat makanan sendiri

B Kompetensi Dasar

2.2 Mendeskripsikan ketergantungan manusia dan hewan pada tumbuhan hijau

sebagai sumber makanan.

C. Indikator

1. Siswa dapat menyusun skema rantai makanan dengan urutan yang benar.

2. Siswa dapat menjelaskan pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan.

3. Siswa dapat menyebutkan dua cara memelihara tumbuhan agar tumbuh subur.

D. Tujuan Perbaikan

Dengan menggunakan metode diskusi diharapkan:

1. Meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan.

2. Mampu mengaktifkan siswa dengan memberi kesempatan menjawab pertanyaan, mengajukan pertanyaan dan memberikan tanggapan.

E. Materi

Pentingnya Tumbuhan Hijau bagi Manusia dan Hewan

Manusia dan hewan membutuhkan tumbuhab hijau sebagai sumber makanan dan sumber energi. Tumbuhan hijau dapat membuat makanan sendiri, sehingga tumbuhan hijau disebut produsen. Sedangkan manusia dan hewan disebut konsumen.,karena manusia dan hewan membutuhkan makhlluk hidup yang lain untuk makan.

Tumbuhan dapat membuat makanan sendiri melalui proses fotosintesis melalui bantuan cahaya matahari. Jika tumbuhan tidak ada maka seluruh proses kehidupan akan musnah.Oleh karena itu untuk mencegah agar hal tersebut tidak terjadi kita harus melestarikan tumbuhan hijau agar tetap subur.

Beberapa cara pemeliharaan tumbuhan, diaantaranya: penyiraman, pemupukan, penyiangan, pengolahan tanah, pemupukan, pengembang biakan dan pembenihan.

F. Metode

1. Ceramah

2. Diskusi

3. Tanya-jawab

4. Penugasan

G. Langkah Pembelajaran

1. Kegiatan Awal (5 menit)

a. Mengkondisikan siswa siap belajar.

b. Mengadakan tanya jawab tentang sumber makanan

Pertanyaanyang diajukan adalah:

1. Mengapa manusia perlu makan?

2. Apa sajakah yang kita makan setiap hari?

c. Menyampaikan tujuan pembelajaran

2. Kegiatan Inti (20 menit)

a. Gur menjelaskan materi dengan menggunakan media gambar.

b. Beberapa orang siswa ke depan kelas memasang puzzle gambar pada karton manila sehingga membentuk rantai makanan (5 meni)

c. Guru mengadakan tanya jawab tentang pentingnya tumbuhan hijau bagi manusia dan hewan.(5 menit)

1. Disebut apakah peristiwa makan dan dimakan pada makhluk hidup?

2. Apa yang akan terjadi jika tida ada tumbuhan hijau?

3. Untuk apakah manusia dan hewan membutuhkan tumbuhan hijau?

4. Sebutkan dua hewan pemakan daging!

d. Guru membagi siswa menjadi menjadi beberapa kelompok dan menunjuk salah seorang menjadi ketua.

e. Masing-masing kelompok menyusun satu skema rantai makanan dengan menempelkan puzzle gambar dan kartu kata pada lembar kerja yang disediakan guru

f. Perwakilan salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompok didepan kelas.

g. Guru memberi kesempatan kepada kelompok lain untuk mengajukan pertanyaan, memberikan tanggapan,dan pendapatnya.

3. Kegiatan akhir (10 menit)

a. Memeriksa hasil diskusi kelas .

b. Guru dan siswa bersama-sama membuat kesimpulan.

c. Guru memberikan pekerjaan rumah kepada siswa tentang bagaimana jika keadaan dunia tampa tumbuhan hijau.

H. Sumber, Media/ Alat

Sumber:

1. Kurikulum KTSP

2. Buku IPA Kelas V Sarana Panca Karya

Media/Alat pelajaran :

1. Chart makhluk hidup

2. Kartu kata

I. Evaluasi

1. Proses :

· Mengamati keaktifan sisw adalam berdiskusi , menjawab pertanyaan, dan memberikan tanggapan.

2. Teknik penilaian :

· tertulis dan unjuk kerja.

3. Bentuk Instrumen

· Tes Uraian dan Menyusun gambar

Soal :

1. Empat buah Chart makhluk hidup, empat kartu kata disusun menjadi satu rantai makanan.

2. Mengapa tumbuhan hijau disebut produsen?

3. Sebutkan dua cara melestarikan tumbuhan hijau agar tetap subur!

Kunci Jawaban :

1.

No 1 produsen, 2 konsunen TK I, 3 Konsumen TK II, 4 Konsumen TK III

2. Karena tumbuhan dapat membuat makannya sendiri

3. a. Penyiraman, b. pemupukan, c pengembang biakan , d pengolahan tanah,dsb

Scor Nilai :

No 1 : Nilai 4

No 2 : Nilai 2

No 3 : Nilai 4

Mengetahui Padalarang, 2009

Kepala Sekolah Guru kelas

…………………. Wiwin Winarsih

NIP……………… NIP………………

Puisi kasih seorang ibu terhadap anaknya

ARJUNAKU

Arjunaku ……….! Kau adalah belahan jiwaku

Kau teramat berharga bagiku

Kau adalah pahlawanku

Takan kututup mata ini

Meski untuk berkedip

Ingin kupandangi slalu

Arjunaku kau bagian dari hidupku

Aku kan slalu ada untukmu

Menjagamu dengan sepenuh hatiku

Membelaimu sampai kau terlelap dipangkuanku

Kunyanyikan kidung kesukaanmu

Meski suaraku tlah parau karna tangisku

Arjunaku jadilah kau anak bangsa yang tangguh

Kukuh, kuat, penuh semangat dalam menapaki hidup ini

Kupanjatkan doaku dalam setiap desah napasku

Kau adalah kebahagiaanku

Kau adalah harapanku

Jadilah kau Arjuna kebanggaanku

Kejarlah mataharimu

Raihlah bintangmu

Peluklah rembulanmu

Dan aku akan tetap slalu ada

Dengan seluruh doaku, cintaku, kasihku

Raihlah impianmu

SRIKANDIKU

Srikandiku kalian teramat indah

Srikandiku kalian teramat cantik

Srikandiku kalian adalah bungaku

Kan kujaga slalu

Kan kusirami slalu

Agar kalian tak pernah layu

Harumkan jiwamu seharum tubuhmu

Cantikan jiwamu secantik rupamu

Tataplah matahari diufuk timur

Begitu indah………., jelanglah ia

Pandanglah bintang dan bulan dilangit

Raihlah ia

Janganlah kau merasa lelah

Janganlah kau merasa letih

Janganlah kau menyerah

Kejar dan raihlah impianmu

Kuiringi setiap langkahmu dengan doaku

Jadilah kalian bintang harapanku

Jadilah kalian bunga impianku

Jagalah jangan sampai kau redup

Jagalah jangan sampai kau layu

Srikandiku………..

Bersinarlah slalu, harumlah slalu

Bandung, 27 april 2010

Puisi ini kupersembahkan untuk anak-anakku terkasih

M. Panji Fauzan, Selma Aulia Saniyyah, Adhwa’ Nisrina Maryam

Puisi Basa Sunda

KALANGKANG

Kalangkang……….

Nu gugupay dina lamunan

Panglipur kalbu

Pamepes hate nu keur lungse

Pangupah jiwa nu keur lara

Kalangkang………..

Geura datang

Ieu hate teu bisa sare

Ieu jiwa teu bisa tibra

Kumalayang ngawang-ngawang

Mawa harepan anu panjang

Mawa impian anu nyari

Tapi anjeun henteu surti

Kalangkang…………

Anjeun ngan ukur harepan

Nu pinuh kubatas ruang jeung waktu

Nu teu bisa kajamah kuraga

Kalangkang…….

Anjeun tetep ngan ukur jadi kalangkang

Ditungguan anjeun cicing

Diudag anjeun lumpat

Ah………….kalangkang

PUISI TAKDIR

TAKDIR

Aku tak pernah menyalahkn takdir

Ini semua kuasaNya

Akupun takan memaksa tuk menjawabnya

karena tak mungkin dapat terjawab

Langit hanyalah sebagai saksi

Begitupun laut, dan buihnya

Akupun tetap merayap dalam gelap

Meskipun berjalan tertatih-tatih

Tampa tongkat dan lentera

Aku berjalan terseok-seok

Terkadang aku bingung dan limbung

Kemana akan kutuju

Aku ingin berlari

Mengejar kapal untuk berlayar

Tapi ombak menerjangku

Melemparkarku hingga jauh ketepi pantai

Aku terkulai lesu

Menatap kapal jauh melaju

Akupun menangis sendu

Ini memang takdirku

Masih adakah hari esok untukku?